• JOGJA ISTIMEWA

    INFORMASI LENGKAP SEPUTAR JOGJA.

  • OMAH KETIK JOGJA

    JASA PENGETIKAN ONLINE. MURAH DAN CEPAT

  • KISAH ISTIMEWA

    SUBSCRIBE. LIKE AND SHARE IT

Sharing Is Caring

Jumat, 16 Agustus 2019

“Astoetik Award: Penghargaan Untuk Para Pengrajin Batik Tulis”

Batik merupakan karya seni warisan budaya bangsa Indonesia yang memiliki nilai tinggi dan senantiasa mengalami perkembangan. Pada awalnya batik berkembang hanya di lingkungan keraton saja (budaya ageng), selanjutnya ditiru oleh rakyat terdekat dan terus berkembang menjadi pekerjaan ibu rumah tangga dalam mengisi waktu senggang. Menjadi pengrajin batik tulis memang mempunyai tantangan tersendiri.
Proses pembuatan batik tulis yang masih tradisional memang membutuhkan waktu yang tidak instant. Untuk itu, perlu adanya penghargaan bagi pengrajin batik tulis agar mereka tetap eksis menghasilkan motif batik yang khas. Penghargaan bagi pengrajin batik tulis dapat menjadi salah satu media untuk mengapresiasi kerja keras mereka dalam menjaga dan melestarikan keaslian batik. Astoetik sebagai pelopor alat batik listrik diharapkan dapat menyelenggarakan Astoetik Award sebagai ajang penghargaan bagi pengrajin batik tulis.
Diharapkan dengan adanya Astoetik Award ini, para pengrajin batik tulis terus bersemangat melahirkan motif-motif baru. Selain itu Astoetik Award diharapkan mampu mendongkrak popularitas para pengrajin batik tulis. Dengan begitu pengrajin batik tulis akan merasa diperhatikan sehingga mereka semangat untuk selalu berinovasi dalam membuat motif batik yang baru dan terus bersemangat dalam proses pembuatan batik tulis.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Ide Pintar #2 (Ide, Opini, Pendapat, dan Saran) Astoetik.

Rabu, 14 Agustus 2019

Heboh Ambrolnya Pendopo Parasamya Komplek Kantor Dinas Bupati Kabupaten Bantul


Atap pendopo parasamya kompleks Kantor Dinas Bupati Kabupaten Bantul ambrol


Ribuan kelelewar terbang keluar dari sisi atap. Pemandangan yang mengejutkan seluruh pegawai yang sedang berada di Kompleks Kantor Bupati Kabupaten Bantul. Rabu, 14 Agustus 2019, sekitar pukul 11.30 WIB. Pendopo parasamya terlihat berantakan karena atap sebelah sisi utara runtuh.  Dalam kejadian ambrolnya atap tersebut tidak terdapat korban jiwa karena sedang tidak ada aktivitas di Pendopo parasamnya.

Sekitar pukul 11.30 WIB penampakan atap pendopo turun ke bawah bersamaan dengan usuk, reng, dan genting jatuh bertebaran di sisi sebelah utara pendopo parasamya. Setelah kejadian ambrol tersebut, terlihat lubang menganga di sisi sebelah utara karena kerangka kayu atap roboh. Kelelawar berhamburan keluar dari sarangnya.

Ribuan kelelawar yang berterbangan keluar dari atap telah puluhan tahun hidup di kolong atap pendopo parasamnya. Bau menyengat dari kencing dan kotoran kelelawar langsung menyebar di area pendopo parasamnya, apalagi ketika ada hembusan angin yang cukup kencang.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul telah memasang garis pengaman di sekitar pendopo parasamya. Pemasangan bertujuan untuk menjaga keselamatan dan memberi himbauan agar jangan mendekati Pendopo Parasamya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul, Bapak Bobot Ariffi'adin, mengatakan bahwa robohnya atap sisi sebalah utara pendopo parasamnya Kompleks Kantor Bupati Kabupaten Bantul diduga karena usia pendopo parasamya yang sudah cukup tua, sehingga kerangka atap kayu pendopo parasamya rapuh.

"Usia pendopo yang hampir mencapai 25 tahun dan di dalam atap pendopo tersebut digunakan untuk besaran kelelawar yang jumlahnya mencapai ribuan," ungkapnya.

Usia pendopo yang sudah tua dan banyaknya kelelawar yang bersarang di kolong atap pendopo diduga menjadi pemicu ambrolnya pendopo parasamya. Kelelawar-kelelawar tersebut ketika bersarang pasti posisinya menggantung di di kayu-kayu atau genting atap pendopo parasamnya tersebut.

Kelelawar-kelelawar yang menggantung di kolong atap membuat beban menjadi semakin berat. Hal itu diperburuk lagi dengan adanya air kencing kelelawar yang membuat semakin rapuh kerangka atap, kayu, usuk dan reng. Atap yang tidak kuat menahan beban ribuan kelelawar yang bersarang akhirnya ambrol.

"Ini karena faktor usia juga karena ribuan kelelawar yang ada di dalamnya,"paparnya.

Menyusul kejadian tersebut maka DPUPKP Kabupaten Bantul akan mengecek semua kerangka atap pendopo. Hal itu dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi pada gedung pertemuan utama Pemerintah Kabupaten Bantul. Sampai saat ini pihak DPUPKP Kabupaten Bantul belum mengetahui kondisi atap baik di sisi selatan barat ataupun timur.

Pihak DPUPKP Kabupaten Bantul akan mengevaluasi tindakan yang diperlukan. Apakah hanya sekedar memperbaiki atap yang runtuh atau melakukan perbaikan secara total. Hal itu berkaitan dengan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan untuk melakukan memperbaiki pendopo parasamya.

Sementara itu Bupati Bantul, Bapak Suharsono, meminta kepada DPUPKP Kabupaten Bantul agar pendopo parasamya dicek secara keseluruhan. Jika memang diperlukan untuk penggantian semua atap maka ia meminta kepada DPUPKP Kabupaten Bantu untuk segera mengganti atap pendopo tersebut.

"Kalau ada dana taktis yang bisa digunakan silakan dipakai. Jika harus diganti maka bahan kayu yang digunakan juga harus bagus benar-benar berkualitas,"timpalnya.


Jumat, 09 Agustus 2019

Contoh Proposal Permohonan Bantuan Dana


PROPOSAL PERMOHONAN
BANTUAN DANA SYAWALAN RW 25
PADUKUHAN NAYAN


















RW 25 NAYAN MAGUWOHARJO
DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA
TAHUN 2019


PANITIA SYAWALAN WARGA
RW 25 PADUKUHAN NAYAN
 

Yogyakarta, 15 Juni 2019
No                   : No.1/RW25/VI/2019
Lampiran         : 1 Bendel
Perihal             : Permohonan Bantuan Dana

Kepada Yth:
1.      Warga RW 25 Padukuhan Nayan
2.      Pengusaha di lingkungan RW 25 Padukuhan Nayan
3.      Para Donatur/ Sponsor RT 03/ RT 04  RW 25 Padukuhan Nayan

Dengan hormat,
Kami panitia syawalan warga RW 25 di Padukuhan Nayan Maguwoharjo Depok Sleman, bermaksud akan mengadakan syawalan warga yang Insha Allah akan di selenggarakan di Gang Shinta RW 25 Padukuhan Nayan Maguwoharjo Sleman.
Adapun dalam acara tersebut membutuhkan dana sebesar Rp5.180.000,- (lima juta seratus delapan puluh juta rupiah).
Sedangkan dana yang sudah tersedia Rp3.180.000,- (tiga juta seratus delapan puluh juta rupiah).
Demi terselenggaranya acara tersebut, kami panitia memohon dengan sepenuh hati dan seiklhas-ikhlasnya pada Bapak/ Saudara untuk memberi  bantuan dana dan dukungannya. Demikian permohonan kami, atas bantuan, partisipasi dan dukungannya kami ucapkan terima kasih.

                            Ketua                                                                             Sekretaris



                    (………..……..)                                                               (………………)
                          Sarjiman                                                                        Imron Rusadi


I.                   Pendahuluan
Sesuai hasil musyawarah dan mufakat perkumpulan RW 25 Padukuhan Nayan Maguwoharjo pada hari  Selasa, 11 Juni 2019 yang bertempat di rumah Bapak Sarjiman (Ketua RW 25 Padukuhan Nayan)
Bahwa, demi melestarikan budaya silaturahmi dan keakraban warga RW 25, masyarakat yang harmonis dan tidak membosankan, sehingga perlu adanya syawalan.
Untuk itu, kami warga RW 25 bermaksud akan mengadakan syawalan RW 25 di Padukuhan Nayan Maguwoharjo.

II.                Tujuan dan Maksud
1.      Sebagai bentuk ungkapan kepada Allah SWT atas karunia-Nya yang telah diberikan kepada warga RW 25berupa berkah, rahmat, dan hidayah-Nya.
2.      Memohon kepada Allah SWT agar warga RW 25 selalu dalam keadaan sehat, selamat dalam lindungan-Nya.
3.      Memohon kepad Allah SWT atau Sang Pencipta Alam, agar para leluhur di ampuni segala dosa-dosanya dan diterima amal baiknya sehingga memperoleh tempat yang layak di sisi-Nya.
4.      Warga RW 25 Padukuhan Nayan selalu kompak, akrab, guyub, rukun, rukun, fresh, dan jaya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.


III.             Anggaran
Untuk pelaksanaan syawalan dibutuhkan dana sebesar Rp5.180.000,00 (lima juta seratus delapan puluh juta rupiah).








Contoh Makalah Perhotelan


BAB III
ANALISA DATA

Pada bab ini Penulis akan membahas hasil analisa data yang diperoleh melalui pengamatan langsung selama penelitian berdasarkan permasalahan yang berhubungan dengan fokus penelitian. Analisa data pada laporan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi chef dalam menangani slow moving item untuk meningkatkan penjualan di Grandin Restaurant Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta.
Data yang Penulis peroleh merupakan jawaban dari fokus-fokus penelitian yang penulis angkat. Adapun fokus-fokus penelitian tersebut adalah:
a.       Strategi chef dalam menangani slow moving item di Grandin Restaurant Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta.
b.      Strategi chef dalam meningkatkan penjualan di Grandin Restaurant Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta.

A.    Strategi chef dalam menangani slow moving item di Grandin Restaurant Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta.
Seorang chef sebagai  kepala dapur yang mengelola kegiatan operasional maupun manajerial, harus mampu menangani barang atau bahan makanan yang sulit laku terjual yang sering disebut dengan slow moving item. Chef juga harus semaksimal mungkin dalam menjaga stock barang di dapur tetap tersedia dalam jumlah dan waktyu yang telah ditentukan.
Dalam menangani slow moving item, tentu saja diperlukan suatu pendataan stock barang untuk mengetahui secara detail status barang tersebut. Status persediaan barang diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan aliran arus barang.
1.      Fast moving item
Barang-barang yang disebut sebagai fast moving adalah barang-barang yang sangat cepat, atau dengan kata lain barang tersebut sangat mudah dan cepat laku terjual.
2.      Medium moving item
Barang medium moving adalah barang-barang yang aliran barangnya sedang-sedang saja, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
3.      Slow moving item
Barang-barang slow moving item merupakan barang dengan arus aliran barang yang sangat lambat, sehingga biasanya barang-barang slow moving ini cukup susah untuk laku terjual. Sehingga mengakibatkan stock atau persediaan barang menumpuk.
Aliran barang ini harus diperhatikan dalam menjalankan manajemen dapur, karena hal ini akan sangat menentukan apakah pengelolaan stock barang atau bahan makanan sudah efektif atau belum. Dengan memperhatikan kecepatan aliran barang tersebut diharapkan pengelolaan peresediaan barang di dapur menjadi lancer. Untuk barang fast moving dijaga agar stock bahan makanan tidak kehabisan sehingga tidak mengecewakan konsumen, sedang untuk barang slow moving item harus segera ditangani dan dikelola agar tidak terjadi penumpukan barang yang berlebih.
Pada bagian ini Penulis akan memaparkan data persediaan stock bahan makanan di main kitchen Grandin Restaurant Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta. Data ini penulis peroleh dari parstock book main kitchen periode Januari sampai dengan Maret 2019 yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.1
Persediaan Alacarte Menu
Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Item
Quantity
Status
Sop Buntut
7 Porsi
Fast moving item
Sate Klatak
15 Porsi
Slow moving item
Pizza
7 Porsi
Slow moving item
Ayam Pop
32 Porsi
Medium moving item
Fish and Chip
19 Porsi
Medium moving item
Sicilian Salmon
15 Porsi
Slow moving item
Tanderloin
5 Porsi
Slow moving item
Buntut Balado
8 Porsi
Slow moving item
Beef Katsu Rice
16 Porsi
Fast moving item
Chicken Kebuli Rice
20 Porsi
Fast moving item
Bossman Burger
27 Porsi
Medium moving item
Mutton Dum Biryani
10 Porsi
Slow moving item
Udang Bakar Dewata
-
Slow moving item
Fish Snitzel
30 Porsi
Medium moving item

Tabel 3.2.
Persediaan Alacarte Menu
Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Item
Quantity
Status
Beef Katsu Rice
6 Porsi
Fast moving item
Chicken Kebuli Rice
9 Porsi
Fast moving item
Fish Snitzel
9 Porsi
Medium moving item
Buntut Balado
10 Porsi
Slow moving item
Sop Buntut
39 Porsi
Fast moving item
Sate Klatak
5 Porsi
Slow moving item
Fish and Chip
25 Porsi
Medium moving item
Ayam Pop
43 Porsi
Medium moving item
Bossman Burger
13 Porsi
Medium moving item
Udang Bakar
6 Porsi
Slow moving item
Sirloin
5 Porsi
Slow moving item
Pizza
5 Porsi
Slow moving item
Sicilian Salmon
13 Porsi
Slow moving item


Tabel 3.3.
Persediaan Persediaan Alacarte Menu
Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Item
Quantity
Status
Sop Buntut
28 Porsi
Fast moving item
Sate Klatak
24 Porsi
Slow moving item
Pizza
10 Porsi
Slow moving item
Beef Katsu Rice
26 Porsi
Fast moving item
Chicken Kebuli Rice
22 Porsi
Fast moving item
Fish Snitzel
30 Porsi
Medium moving item
Fish and Chip
22 Porsi
Medium moving item
Buntut Balado
8 Porsi
Slow moving item
Bossman Burger
30 Porsi
Medium moving item
Udang Bakar
6 Porsi
Slow moving item
Ayam Pop
26 Porsi
Medium moving item
Sicilian Salmon
10 Porsi
Slow moving item
Tenderloin
4 Porsi
Slow moving item



Tabel 3.4
Persediaan Alacarte Menu
Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Item
Quantity
Status
Sop Buntut
19 Porsi
Fast moving item
Sicilian Salmon
13 Porsi
Slow moving item
Beef Katsu Rice
19 Porsi
Fast moving item
Buntut Balado
10 Porsi
Slow moving item
Chicken Kebuli Rice
12 Porsi
Fast moving item
Fish Snitzel
-
Medium moving item
Fish and Chip
5 Porsi
Slow moving item
Tenderloin
19 Porsi
Medium moving item
Bossman Burger
6 Porsi
Slow moving item
Sate Klatak
22 Porsi
Medium moving item
Ayam Pop
6 Porsi
Slow moving item
Udang Bakar
6 Porsi
Slow moving item
Fish and Chip
10 Porsi
Medium moving item



Tabel 3.5
Persediaan Alacarte Menu
Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Item
Quantity
Status
Sop Buntut
16 Porsi
Fast moving item
Ayam Pop
25 Porsi
Medium moving item
Sate Klatak
11 Porsi
Slow moving item
Sicilian Salmon
10 Porsi
Slow moving item
Tenderloin
9 Porsi
Slow moving item
Bossman Burger
19 Porsi
Medium moving item
Fish and Chip
18 Porsi
Medium moving item
Udang Bakar
12 Porsi
Slow moving item
Chicken Kebuli Rice
19 Porsi
Fast moving item
Beef Katsu Rice
29 Porsi
Fast moving item
Fish Snitzel
33 Porsi
Medium moving item
Buntut Balado
16 Porsi
Slow moving item
Pizza
2 Porsi
Slow moving item
Mutton Dum Biryani
6 Porsi
Slow moving item



Tabel 3.6
Persediaan Alacarte Menu
Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Item
Quantity
Status
Sop Buntut
28 Porsi
Fast moving item
Ayam Pop
20 Porsi
Medium moving item
Sate Klatak
10 Porsi
Slow moving item
Sicilian Salmon
9 Porsi
Slow moving item
Tenderloin
11 Porsi
Slow moving item
Bossman Burger
19 Porsi
Medium moving item
Fish and Chip
17 Porsi
Medium moving item
Udang Bakar
12 Porsi
Slow moving item
Chicken Kebuli Rice
37 Porsi
Fast moving item
Beef Katsu Rice
29 Porsi
Fast moving item
Fish Snitzel
32 Porsi
Medium moving item
Buntut Balado
13 Porsi
Slow moving item
Pizza
4 Porsi
Slow moving item
Mutton Dum Biryani
12 Porsi
Slow moving item



Tabel 3.7
Persediaan Alacarte Menu
Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Item
Quantity
Status
Sop Buntut
34 Porsi
Fast moving item
Ayam Pop
25 Porsi
Medium moving item
Sate Klatak
10 Porsi
Slow moving item
Sicilian Salmon
9 Porsi
Slow moving item
Tenderloin
9 Porsi
Slow moving item
Bossman Burger
18 Porsi
Medium moving item
Fish and Chip
18 Porsi
Medium moving item
Udang Bakar
12 Porsi
Slow moving item
Chicken Kebuli Rice
36 Porsi
Fast moving item
Beef Katsu Rice
29 Porsi
Fast moving item
Fish Snitzel
32 Porsi
Fast moving item
Pizza
-
Slow moving item
Mutton Dum Biryani
12 Porsi
Slow moving item



Tabel 3.8
Persediaan Alacarte Menu
Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Item
Quantity
Status
Sop Buntut
36 Porsi
Fast moving item
Ayam Pop
22 Porsi
Medium moving item
Sate Klatak
10 Porsi
Slow moving item
Sicilian Salmon
8 Porsi
Slow moving item
Bossman Burger
14 Porsi
Medium moving item
Fish and Chip
12 Porsi
Medium moving item
Udang Bakar
8 Porsi
Slow moving item
Mutton Dum Biryani
3 Porsi
Slow moving item
Beef Katsu Rice
22 Porsi
Fast moving item
Chicken Kebuli Rice
22 Porsi
Fast moving item
Fish Snitzel
20 Porsi
Medium moving item
Pizza
7 Porsi
Slow moving item
Tenderloin
6 Porsi
Slow moving item

Pendataan stock di atas dilakukan demi chef dan cook, dan pendataan stock tersebut tidak dilakukan secara teratur dari data di atas penulis menyimpulkan bahwa item yang termasuk ke dalam slow moving item adalah sebagai berikut:
1.      Sicilian Salmon
2.      Sate Klatak
3.      Udang Bakar
4.      Mutton Dum Biryani
5.      Pizza
6.      Tenderloin
7.      Buntut Balado
Wawancara yang penulis lakukan dengan Chef Rahmat selaku demi chef dan Chef Taufiq selaku sous chef mengenai strategi chef dalam menangani slow moving item di Grandin Restaurant Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta menghasilkan beberapa point sebagai berikut:
1.      Melakukan promosi menu slow moving item.
Menu atau item yang statusnya adalah slow moving item dijual dan dipromosikan dengan harga yang lebih rendah dari harga jual aslinya dengan kata lain dijual dengan harga promo. Strategi ini dilakukan dengan tujuan slow moving item tersebut dapat laku terjual cepat. Sehingga mengurangi penumpukan stock yang berlebih yang dapat mengakibatkan pembusukan.
2.      Melakukan modifikasi menu slow moving item
Menurut Chef Rahmat modifikasi menu slow moving item perlu dilakukan. Modifikasi menu disesuaikan dengan selera dan daya beli customer yang kebanyakan adalah local customer atau orang Indonesia dengan strategi tersebut diharapkan menu slow moving item akan laku dan menambah revenue.
3.      Membatasi jumlah produksi menu slow moving item
Menu yang berstatus slow moving item perlu dibatasi jumlah produksinya. Strategi ini dilakukan agar jika terjadi pembusukan menu slow moving item tersebut maka perusahaan tidak mengalami kerugian besar.
4.      Menghilangkan atau menghapus menu slow moving item
Strategi ini dilakukan dengan tujuan menghemat cost makanan. Apabila menu yang berstatus slow moving item sangat sulit terjual maka lebih baik dihapuskan dari menu dengan strategi tersebut maka food cost dapat dihemat.

B.     Kendala yang dihadapi chef dalam menangani slow moving item di Grandin Restaurant Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta
Dalam kegiatan manajerial maupun kegiatan operasional dapur pasti didapat. Kendala-kendala dalam menangani slow moving item Chef Rahmat dan Chef Taufiq juga mengalami kendala yang berbagai macam. Dari hasil wawancara penulis kepada Chef Rahmat dan Chef Taufiq kendala yang didapati dalam menangani slow moving item adalah sebagai berikut:
1.      Kepedulian staff kitchen yang masih kurang
Kurangnya kepedulian staff kitchen terhadap item atau menu yang bersifat slow moving item yang kurang tepat dan mengakibatkan penumpukan barang slow moving yang berlebih dan berdampak pada pembusukan.
2.      Kurangnya kreatifitas staff dalam menangani slow moving item
Kesempatan yang diberikan atasan kepada staff untuk berkreativitas dalam memodifikasi slow moving item sangatlah kurang. Sehingga kemampuan staff dalam menangani slow moving item cukup terbatas.
3.      Penyimpanan barang slow moving item yang kurang tepat
Penyimpanan barang slow moving item kurang diperhatikan oleh staff kitchen sehingga penyimpanan tidak tepat dan menyebabkan kerusakan pada barang tersebut.
4.      Kurangnya komunikasi antar staff kitchen dalam penanganan slow moving item
Hampir setiap harinya jarang dilakukan briefing baik sebelum memulai pekerjaan dan sesudah selesai bekerja. Jadi komunikasi antar staff kitchen terutama dalam hal penanganan slow moving item sangatlah kurang.


C.     Solusi chef dalam menangani slow moving item di Grandin Restaurant Grand Dafam Rohan Hotel Yogyakarta.
1.      Melakukan Briefing
Briefing perlu dilakukan baik sebelum memulai pekerjaan dan sesudah bekerja dengan dilakukannya briefing diharapkan staff kitchen lebih memiliki kepedulian dalam menangani slow moving item.
2.      Memberi kesempatan staff untuk berkreativitas
Atasan perlu memberikan kesempatan untuk staff dalam berkreasi. Atasan dapat memberikan challenge kepada staff untuk memodifikasi slow moving item menjadi produk yang laku terjual sehingga dapat menambah revenue.
3.      Memberikan pelatihan kepada staff
Atasan dapat memberikan kepada staff secara teratur terutama dalam hal penanganan slow moving item dengan cara tersebut diharapkan staff dapat menangani slow moving item secara tepat. Sehingga slow moving item tidak mengalami kerusakan akibat penanganan yang salah.